Pilih mana, nonton atau salat gerhana?

Tanggal 9 Maret 2016, akan menjadi salahsatu hari yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat indonesia, karena akan terjadi salahsatu proses alam yang langka terjadi, yaitu Gerhana Matahari Total (GMT). Sejak 1970 hingga kini, wilayah Indonesia hanya terlintasi dua kali, pertama pada 11 Juni 1983 yang melewati Jateng, Jatim dan Sulawesi Selatan, kemudian GMT pada 18 Maret 1988 melewati Sumatera bagian Selatan, Bangka-Belitung dan Kalimantan. Sedangkan GMT pada 24 Oktober 1995 hanya melewati sebagian kecil wilayah Indonesia, yaitu di Sangihe Talaud.

Untuk kali ini, area lintasan GMT cukup unik karena hanya melewati kawasan Indonesia saja dan diperkirakan GMT akan terulang lagi melintasi wilayah Indonesia sekitar 26 tahun lagi, tepatnya tahun 2042. Wilayah Indonesia seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Timur dan Sulawesi Barat akan menjadi lintasan Area GMT tanggal 9 maret 2016 nanti. Sedangkan area Jawa dan sisanya dari pulau Sumatera & Sulawesi (yang tak terlintasi GMT) akan mendapatkan penampakan Gerhana Matahari berkisar 70% s/d 90%.

Menarik memang untuk disimak, moment langka ini telah menyedot banyak sekali turis mancanegara untuk berdatangan ke lokasi lintasan GMT, tidak ketinggalan badan antariksa NASA pun turut datang ke Indonesia untuk melakukan observasi. Tentunya, masyarakat lokal Indonesia tidak kalah tanggap & sigap untuk standby dengan segala persiapan, planning, positioning hingga peralatan melihat dan photography-nya yang aman untuk merekam GMT nanti.

Yup benar, peristiwa gerhana matahari adalah peristiwa yang sangat langka, tapi kita juga harus ingat bahwa saat terjadi Gerhana (baik Gerhana Matahari maupun Bulan) umat muslim juga diperintahkan untuk menunaikan ibadah salat ( Salat Gerhana). Dalilnya adalah dari hadist berikut : ”Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.” HR. Bukhari.

Jadi bisa dibilang, salat Gerhana adalah salahsatu amalan ibadah yang cukup langka untuk bisa diperoleh oleh kaum muslim. Bisa jadi dapatnya sekali seumur hidup hehehe.. jadi pilih mana? nonton atau salat gerhana? =)

Keuntungan dari mengerjakan salat gerhana sendiri tentunya yang pertama adalah mendapatkan pahala dari ibadah itu sendiri, selain itu kita juga terhindar dari resiko gangguan mata hingg kebutaan akibat paparan radiasi matahari saat proses gerhana terjadi, terutama saat matahari mulai muncul kembali setelah tertutup total, karena saat itu adalah momen  paling beresiko  merusak fungsi mata.

Buat Kamu yang bingung harus bagaimana, pengen nonton tapi juga gak mau meninggalkan ibadah salat gerhana mungkin tips bisa memilih beberapa tips berikut ini:

  1. Salat Gerhana berjamaah dilapangan.
  2. Ikut nobar Gerhana Matahari diseputaran masjid terdekat. 
  3. Salat sendiri/berjamaah di lokasi strategismu. Solusi ini cocok buat kamu yg udah punya rencana nonton gerhana, tapi jauh dari masjid atau tanah lapang berkumpulnya salat gerhana. 
  4. Ajak  teman nobar kamu baca artikel ini, biar mereka juga prepare untuk salat gerhana dengan kamu. 

untuk mengetahui panduan tatacara hingga hukumnya salat gerhana, teman2 bisa baca disini : PANDUAN SALAT GERHANA. Kalau mau tahu dimana bisa beli kacamata Gerhana yang aman, tanya sama saya saja 😉

Leave a Reply