Pengamen Jalanan pun perlu Strategi

Siapa bilang kalau jadi pengamen jalanan tidak butuh strategi? tentu butuh dong, kalau ngga buat apa jadi pengamen.. dah harus panas2 atau kehujanan malah ga dapat untung. Gimanapun pengamen jalanan itu masih lebih baik dari minta-minta doang, jadi perlu diberi apresiasi, tapi kadang pengamen sekarang ini, entah mungkin karena terlalu kreatif atau terlalu sopan, mereka jadi lupa dengan tujuan utamanya.

Khususnya untuk para pengamen yang mangkal di tiap perempatan Lampu Merah, semakin maju jaman, semakin ramai mereka ber-ngamen-ria. Perangkat alat ngamennya pun semakin beragam, tidak hanya gitar dan gendang lagi, tapi dari angklong, seperangkat drumset hingga soundsystem pun bisa turut dibawa. Saking asiknya mereka dengan konser mini, Mereka sampai lupa untuk meminta uangnya ke para penonton, tiba-tiba aja udah lampu sudah hijau lagi, hanya jadi hiburan rakyat.

 

Ada sedikit tips cara untuk mereka yang ingin mengamen, khususnya di perempatan jalan, semoga sedikit membantu :

Bagi Tim – Bagi tugas

Ngamen rame-rame emank asik, tapi jangan lupa untuk sisakan orang mengambil uang dari penonton. Bayangkan saja bila yang Ngamen 8 orang tapi giliran yang keliling cuman 1. Apalagi kalau sampai keasyikan main, baru mau keliling udah hijau lampunya.

Kualitas nomor 2

Yang penting menghibur dulu, urusan kualitas bisa nomor 2. Kalau mau maksa harus berkualitas dulu bisa ga jadi Ngamen bro, sibuk latihan mulu. Teknik bisa diasah sambil tampil.

Cari tempat yang ramai

Bedanya tampil di tempat ramai dan sepi adalah kalau tampil di tempat ramai berarti membuat ramai suasana, kalau ditempat sepi berarti membuat keramaian 🙂

Mobil dulu baru motor

Dahulukan untuk minta ke penonton yang bawa mobil, karena mereka lebih siap. Bukan karena yang pake motor kere2 dan pelit ya. Biasanya pengendara motor lebih susah mengambil duit mereka dari pada pengendara mobil yang sudah menyiapkan duit receh di dasbor mobil mereka.

Leave a Reply